Kamu Pengunjung ke :

Senin, 18 Mei 2009

Surat Peringatan dari Boss !!!

Damn !!!
Mungkin ini kata yang bagus untuk melukiskan suasana hatiku saat ini. Untuk kesekian kalinya lagi aku bermasalah lagi dengan sopir yang bertugas mengantarku ke tempat kerja. Kali ini aku masuk malam, tapi cerita malam ini tidak sama dengan cerita pada postinganku sebelumnya yang berjudul " Sopir Jemputan yang Menyebalkan".
Jam menunjukkan pukul 2200, jam segini aku belum dijemput juga? tanyaku dalam hati.. Ah, bagaimana caranya aku harus ke kantor, apa aku harus naik taksi lagi? Tapi uangku ga akan cukup untuk naik taksi. Bulan ini aku sudah sangat berhemat, mengingat gajiku yang pas-pasan harus dipotong dengan membayar cicilan mama tiap bulan. Belum lagi aku harus membiayai hidup 4 kepala di rumahku dengan sisa gaji yang kupunya, bayar ini bayar itu, beli ini beli itu untuk keperluan di rumah dan adik-adikku dan juga untuk diriku sendiri. Itupun aku sudah mengurangi jalan2 atau membeli sesuatu yang ga penting 2 bulan terakhir ini. Badanku yang kurus semakin kurus karena makanku tidak teratur. Ah, sepertinya aku menderita sekali..
Aku meminta adikku mengantarku ke kantor karena sudah jam sepuluh lewat mobilku belum ada juga, sedangkan untuk menelpon aku tidak punya pulsa juga. Jadinya aku jadi susah juga untuk menghubungi siapa saja yang masuk malam hari ini. Sayangnya adikku juga bilang kalau motornya bensinnya sudah habis. Wah, tambah panik aku harus bagaimana ke kantor malam ini..
Kemudian aku ke rumah tetanggaku di pojok jalan, bermaksud meminta tolong siapa tahu ada yang bersedia mengantar ke kantorku, kebetulan ada beberapa orang tetanggaku sedang duduk - duduk di teras rumahnya. Mereka bilang kenapa ga masuk kantor, padahal tadi sudah ada mobil jemputannya. 'What???' tadi ada mobil jemputan??? koq aku ga lihat dan tahu kalo memang tadi sudah ada mobil jemputan?? Saat itu juga telponku berdering, kulihat dilayarnya, telepon dari kantorku.. Jufry, salah satu temanku di kantor menanyakan prihal kehadiranku malam ini. Aku bilang aku tidak dijemput, sekarang lagi mencari orang yang bisa nganter ke bandara.. selama berbicara dengan Jufry, aku juga di telepon sama Kak Lani, Group Leaderku. Dia juga menanyakan hal yang sama. Tapi dari kak Lani aku tahu bahwa tadi katanya ada yang menjemput di rumah dan mobilnya sekitar 20 menit di depan rumahku.. Benarkah?? Kalau memang 20 menit kenapa ga ada tanda2nya, klakson atau telepon ??? Aku tanya siapa yang menjemput, dan dia bilang Ramli.. Oh, God sopir itu lagi??? Kenapa sih sopir itu selalu saja bermasalah denganku??? Kak Lani memberi sinyal bahwa aku akan di jemput lagi ma dia. Akupun menunggu...
Sampai di kantor sudah ada Mr. Bossku juga menunggu kedatanganku, dengan wajah garangnya, dia langsung mengeluarkan kalimat-kalimat yang menandakan bahwa dia sedang marah.. Seperti biasa bossku yang satu ini, tanpa mau mendengar alasanku mengapa aku bisa terlambat, dia sudah mencecar aku dengan garangnya, dia bilang dia sudah menulis surat bahwa dia keberatan karena aku sering telat dan surat itu akan disampaikan ke Manager Operasional aku.
Ah, lengkaplah sudah penderitaanku bulan ini... Aku yang tidak mau hal ini bisa terjadi, tapi terjadi lagi.. dan lagi...
Aku hanya bisa pasrah membaca isi surat keberatan itu dengan hati yang tidak menentu. ada perasaan jengkel, ada perasaan marah, tapi aku berusaha untuk pasrah dan menerima semuanya.
Biarlah...............

0 komentar:

-- stats of site --

View blog authority

Pengunjung

The button image will displayed on your site like this


Photobucket

------BANNERS-----

Linkz Ma Frenz

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP